GOA GAJAH DI DESA BEDULU. BALI


Potret Keharmonisan



Goa Gajah, apa yang ada difikiran Anda bila mendengar kata tersebut? Pasti banyak yang berfikir kalau goa ini dahulu terdapat banyak gajah.
Goa Gajah merupakan salah satu situs peninggalan sejarah di bumi nusantara. Goa Gajah lebih tepat disebut pura, namun karena berbentuk goa, maka dinamai Goa Gajah. Nama ini sesungguhnya berasal dari kata Lwa Gajah, sebuah kata yang muncul pada lontar Negarakertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M dan dibangun pada abad ke-11. Situs ini sempat tertimbun dengan tanah, sebelum ditemukan sekitar tahun 1923.
Pura Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar. Jaraknya dari Denpasar Kurang lebih 26 Km, sangat mudah dicapai. Di sana ada kios-kios kesenian dan Rumah makan. Pura ini di lingkupi oleh persawahan dengan keindahan ngarai sungai Petanu, berada pada jalur wisata Denpasar - Tampaksiring - Danau Batur - Kintamani.
Memasuki objek wisata ini para pengunjung diwajibkan untuk mengenakan selendang yang telah tersedia didepan loket. Dilanjutkan dengan berjalan menapaki jalan turun yang berundak-undak menuju lokasi wisata. Goa Gajah sudah mulai terlihat keindahannya dari ketinggian, karena objek wisata ini terdapat di bawah. Setelah mendekat di depan goa, pengunjung bisa menikmati keindahan pahatan mulut goa dengan gaya khas Bali yang melambangkan hutan lebat dan makhluk hidup penghuninya. Peninggalan-peninggalan arkeologi berupa Tri Lingga yang dipercaya sebagai lambang kesuburan dan patung Ganesha sebagai symbol ilmu pengetahuan terdapat di goa yang berbentuk huruf T ini.
Selain itu, di sekitar goa juga terdapat kolam pertitaan dengan tujuh patung widyadara-widyadari yang sedang memegang air suci. Total patung ada tujuh, kini jumlahnya tinggal enam saja, satu patung menurut petugas dipindahkan ke lokasi lain, akibat gempa beberapa tahun yang lalu. Konon ketujuh pancuran ini sebagai perlambang tujuh sungai penting yang sangat dihormati di India. Tidak jauh dari tempat pemandian terlihat susunan batu padas yang merupakan serpihan atau puing-puing bangunan kuno yang belum teridentifikasi asal-usulnya serta bentuk bangunan aslinya.
Kompleks goa dan tempat pemandian berada di sebelah barat sungai Petanu. Sedangkan pada bagian sebelah timur dapat ditemukan goa alami dan jenis patung-patung Budha serta pahatan-pahatan batu tebing yang sebagian besar telah jatuh di pinggiran sungai yang juga akibat gempa bumi.
Tempat ini dahulu digunakan sebagai tempat pertapaan Bhiksu Budha dan Pendeta Siwa yang menandakan penyatuan ajaran agama Budhha dan Siwa yang berlangsung dengan baik.


Untuk selengkapnya Info wisata silahkan Hububgi ke :






PT. Indonesia Paradise Tours
Ruko Grand Bintaro Blok A-7
Jl. Bintaro Permai Raya, Bintaro
Pesanggrahan – Jakarta 12320
Hp. 08999282705 .
Tel.  +62 21 73885036, 7340682
Fax. +62 21 7341494
           - faris@indietours.co.id


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

WISATA BUDAYA

MUSEUM LINGGAR JATI : Mengenang Jejak Pahlawan


Museum Perundingan Linggajati terletak di Desa Linggajati, dan termasuk dalam Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pada tahun 1946 di gedung ini berlangsung peristiwa bersejarah yaitu Perundingan antar Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda yang menghasilkan Naskah Linggarjati sehingga gedung ini sering disebut Gedung Perundingan Linggarjati.
Museum itulah yang sempat kami kunjungi beberapa waktu lalu. Jalan-jalan mengunjungi museum, apa bagusnya sih? Pertanyaan ini sempat terlintas di pikiran saya beberapa saat sebelum masuk museum. Museum Linggarjati, yang letaknya beberapa meter atau di seberang jalan rumah teman saya yang kami gunakan untuk menginap, belum pernah kami kunjungi. Walaupun sudah menetap disana selama satu minggu.
Berjalan memasuki museum Perundingan Linggarjati, saya melihat sesuatu yang unik. Biaya masuk museum dengan membayar uang seikhlasnya, atau dengan tanpa uang pun kita diperbolehkan memasukinya. Cukup mengisi buku tamu yang disediakan.
Bangunan museum berdiri di atas tanah seluas 2,4 ha, dengan luas bangunan 800 m2. Memasuki ruang dalam museum, terdapat: ruang sidang, ruang sekretaris, kamar tidur Lord Killearn (Inggris), ruang pertemuan Presiden Soekarno dan Lord Killearn, kamar tidur delegasi Belanda, kamar tidur delegasi Indonesia, ruang makan, kamar mandi/WC, ruang setrika, gudang, bangunan paviliun, dan bangunan garasi. Semua fasilitas yang terdapat di museum masih asli walaupun ada beberapa properti yang merupakan duplikatnya. Kesan jaman tempo doeloe masih terasa sangat kuat saat memasuki museum.
Cukup bangga juga melihat museum ini yang terawat dengan baik. Dengan proses renovasi yang dilakukan tanpa mengubah bentuk aslinya. Kebersihan museum juga terjaga dengan baik. Miniatur yang menggambarkan suasana perjanjian Linggarjati juga terdapat di dalam museum. Di halaman gedung terdapat tugu yang berisikan perjanjian Linggarjati.
Di area museum ini juga terdapat pedagang makanan khas berupa tahu genjrot seharga empat ribu rupiah per porsi. Menikmati tahu genjrot sambil bersantai di taman dalam area museum cukup menyenangkan. Selain itu, pengunjung dapat belajar banyak tentang berbagai hal yang dilakukan para pahlawan pendahulu bangsa dalam menyiasati eksisnya negara Indonesia tercinta. (Sumber : teamtouring.web.id)


Untuk selengkapnya Info wisata silahkan Hububgi ke :






PT. Indonesia Paradise Tours
Ruko Grand Bintaro Blok A-7
Jl. Bintaro Permai Raya, Bintaro
Pesanggrahan – Jakarta 12320
Hp. 08999282705 .
Tel.  +62 21 73885036, 7340682
Fax. +62 21 7341494
           - faris@indietours.co.id



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BUKIT KELAM

Konon, Batu Terbesar Di Dunia 


Nah, ngomong-ngomong soal Bukit Kelam, menurut penglihatanku ini adalah sebuah batu besar, sebesar rumah-kah? Tidak, ini lebih besar kok. Namanya bukit, ya kurang lebih segede bukit-lah. Kontruksi batu ini juga hanya terdiri dari satu batu lho, jadi bukan terdiri dari banyak batu. Saking besarnya, kata temanku orang Dayak yang asli orang Sintang, pernah ada organisasi dunia yang menilai bahwa ini adalah batu terbesar di dunia. Hebat juga yah…
Bukit Kelam atau Kelam Hill menyajikan suatu pemandangan yang sangat indah, terlihat jelas ketika kita melakukan perjalanan dari Sintang menuju Kabupaten Kapuas Hulu. Dibutuhkan kurang lebih 30 menit dari Kota Sintang, Kalimantan Barat, untuk tiba di Bukit Kelam, yang masuk wilayah Kecamatan Kelam, Kabupaten Sintang. Luas areal wisata alam Bukit Kelam adalah 520 hektare. Di dalamnya banyak sekali terdapat keunikan dan kekayaan hayati. Udaranya sangat sejuk dan segar. Pokoknya, cocoklah buat rekreasi alam bagi semua kalangan.
Bila Anda berkeinginan untuk naik ke atas Bukit Kelam, sudah disediakan lho. Tapi hati-hati, tangganya dari besi, dan pengunjung harus menaiki tangga, bukan berjalan kaki seperti tangga di lereng gunung. Kalau Anda tidak kuat fisiknya, mendingan jangan coba deh, bisa-bisa Anda macet atau kecapean di tengah jalan, mau turun lagi terus lihat ke bawah malah ngeri… hehehe.. Selain itu, di kawasan wisata alam Bukit Kelam terdapat kolam renang dan lapangan tenis yang dapat dimanfaatkan oleh setiap wisatawan. Kalau Anda ingin bermalam di sana, jangan kuatir sebab ternyata di tempat ini pun disediakan camping ground yang cukup luas dan aman.
Seperti halnya Gunung Tangkuban Parahu di Bandung, Jawa Barat, yang punya cerita legenda Sangkuriang, Bukit Kelam juga memiliki cerita legendanya juga lho. Nanti deh ceritanya kalo yang ini mah… hehehe… Pokoknya, datang dulu ke Bukit Kelam. Nanti bisa dapat cerita dari masyarakat setempat. Pasti lebih seruh khan?
Sedikit petunjuk ke Bukit Kelam, Anda bisa mulai perjalanan dari Kota Pontianak, ibukota Kalimantan Barat. Dari Pontianak menuju ke Kota Sintang itu dapat di tempuh selama kurang lebih 7 sampai 8 jam, atau bisa juga kurang, bisa juga lebih lama. Tergantung jalan mana yang Anda lewati, kendaraan apa yang Anda gunakan, dan juga keadaan jalan yang dilalui. Setiap harinya ada bis umum dan bis DAMRI yang melakukan perjalanan dari Pontianak – Sintang dan sebaliknya, baik untuk perjalanan siang maupun perjalanan malam. (Iwan Susanto & www. sintang.go.id )


Untuk selengkapnya Info wisata silahkan Hububgi ke :






PT. Indonesia Paradise Tours
Ruko Grand Bintaro Blok A-7
Jl. Bintaro Permai Raya, Bintaro
Pesanggrahan – Jakarta 12320
Hp. 08999282705 .
Tel.  +62 21 73885036, 7340682
Fax. +62 21 7341494
           - faris@indietours.co.id



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Produk & Services


.: Penanaman Modal (Investment Licenses & Facilities) :.

1

Penanaman Modal Asing (PMA)
Foreign Direct Investment

2

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
Domestic Direct Investment

3

Izin Prinsip Penanaman Modal
Investment Principle License

4

Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal
Investment Expansion Principle License

5

Perubahan Penyertaan Modal Perseroan
Change in Share Ownership

6

Perubahan Ketentuan Penanaman Modal
Changes in Investment Provisions

7

Perubahan Lokasi Proyek
Change of Projects Location

8

Perubahan Bidang Usaha, Jenis Produksi dan Kapasitas Produksi
Change in Lines of Business and Production

9

Perubahan Penggunaan Tenaga Kerja
Change in Employment of Foreign Personnel

10

Perubahan Rencana Investasi dan Sumber Pembiayaan
Change in Investment Plan and Sources of Financing

11

Perubahan Nama Perusahaan
Change in Names of Companies

12

Izin Prinsip Perubahan
Amendment of Principle License

13

Kantor Perwakilan Perusahaan Asing
Representative Office of Foreign

14

Izin Usaha Perusahaan Berlokasi di luar Kawasan Industri
Business Licenses for companies located outside of the industrial area

15

Izin Usaha Perusahaan Berlokasi di dalam Kawasan Industri
Business Licenses for companies located inside of the industrial area

16

Izin Usaha Penggabungan
Merger of Business License

17

Angka Pengenal Importir Produsen API-P
Producer Importer Identification Number

18

Fasilitas atas Impor Mesin - Barang Modal
Import Duty and Value Added Tax Exemption Facilities for Import Capital Goods

19

Perubahan Penambahan Fasilitas Impor Mesin - Barang Modal
Changes/Additions in Import Duty and Value Added Tax Exemption Facilities for Import Capital Goods

20

Perpanjangan Waktu Pengimporan Mesin
Extension of The Completion Period In Importation Capital Goods

21

Fasilitas atas Impor Barang dan Bahan
Import Duty Exemption Facilities for Import Goods and Materials

22

Perubahan - Penggantian Persetujuan Fasilitas atas Impor Barang dan Bahan
Changes/Additions in Import Duty Exemption Facilities for Import Goods and Materials

23
Perpanjangan Waktu Pengimporan Barang dan Bahan
Extension of The Completion Period In Importation Capital Goods and Materials




Untuk selengkapnya Info wisata silahkan Hububgi ke :






PT. Indonesia Paradise Tours
Ruko Grand Bintaro Blok A-7
Jl. Bintaro Permai Raya, Bintaro
Pesanggrahan – Jakarta 12320
Hp. 08999282705 .
Tel.  +62 21 73885036, 7340682
Fax. +62 21 7341494
           - faris@indietours.co.id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

EKOWISATA DI KEPALA BURUNG PULAU PAPUA


Pesona Alam dan Misteri Melegenda di Arfak



Pegunungan Arfak yang berada di ‘kepala-otak burung Papua’ adalah sebuah kawasan cagar alam dengan luas mencapai 68.325 hektar dengan ketinggian mencapai 2940 meter di atas permukaan laut. Cagar alam pegunungan Arfak berada di Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat. Membentang di antara Distrik Menyambouw Warmare, Ransiki, Anggi dan Oransbari. Wilayah ini hanya berjarak kira-kira 35 km dari kota Manokwari. Diperlukan 2 hari berjalan kaki untuk sampai di tempat itu. Saat ini, sudah bisa dicapai menggunakan kendaraan roda empat jenis off-road 4X4 atau ‘ranger’ (sebutan masyarakat setempat untuk jenis mobil ini) dengan tarif Rp. 80 ribu – Rp. 300 ribu per orang. Bisa juga dengan menggunakan pesawat terbang jenis twin otter dan cesna dengan waktu tempuh sekitar 25 menit dengan tariff Rp. 300 ribu per orang.
Cagar alam pegunungan Arfak masih menyimpan banyak misteri yang sampai kini belum terungkap, mulai dari kehidupan flora-fauna, termasuk ribuan jenis tumbuhan anggrek, legenda ikan Houn (sejenis belut) di dua danau yang diapit oleh sebuah “perbukitan firdaus” bernama bukit Kobrey. Dua danau itu adalah Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gita yang berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut. Kehidupan seputar goa-goa, termasuk goa yang kedalamannya mencapai 2000 meter juga masih menyimpan selaksa misteri.
Menurut informasi Yoris Wanggai, salah seorang tourist guide di Manokwari, sudah sekian banyak peneliti mancanegara mendatangi tempat-tempat ini namun tidak membawa hasil penelitian yang maksimal oleh karena keterbatasan waktu berkunjung. Umumnya, para para peneliti hanya memiliki waktu 1-2 minggu saja di pegunungan Arfak, dan itu jauh dari cukup untuk mengetahui misteri-misteri yang tersimpan rapi di Pegunungan Arfak itu. “Rasanya tidak cukup waktu. Jika kami di sini, terasa hanya sebentar. Kami tidak puas,” demikian salah satu kutipan pernyataan para wisatawan yang sampaikan Yoris saat berbincang dengan E-I ketika mengunjungi obyek wisata alam dua danau di bukit Kobrey, Agustus lalu.
Pegunungan Arfak ini adalah ekosistem yang mewakili tanah Papua oleh karena dihuni beberapa habitat yang dilindungi, seperti kehidupan berbagai jenis satwa seperti kupu-kupu sayap-burung (ornithoptera-sp) yang menjadi buruan kolektor kupu-kupu internasional. Kupu-kupu jenis ini oleh masyarakat suku Arfak sudah ditangkarkan. Salah satunya di kampung Iray, di dekat danau Anggi Giji. Kawasan ini dihuni pula oleh Cendrawasih Arfak (Astrapia-nigra). Berbagai jenis tumbuhan antara lain pohon Arwob atau dodonia fiscosa, tumbuhan khas pegunungan Arfak. Juga terdapat kayu Masohi yang rasanya pedas seperti permen menthol, berguna untuk penambah selera makan. Dan masih banyak kekayaan flora-fauna lagi yang menghuni wilayah ini.
Menurut data pemerintah kabupaten Manokwari, pegunungan Arfak ini memiliki tidak kurang 110 jenis mamalia, 333 jenis burung, yang beberapa jenis merupakan endemik, pegunungan Arfak. Salah satunya adalah burung Namdur Polos (Bowerd Bird). Burung ini, oleh suku Arfak Moley dinamai burung Mbrecew, yang berarti pintar atau pandai berkicau, oleh karena bisa menirukan suara-suara lain dan bunyi apa saja. Burung ini juga mampu membuat sarang (bower) dari dedaunan, rumput kering, dan tangkai anggrek hutan, yang dibuat menyerupai rumah dan meletakkannya di atas pohon maupun di tanah.
Tidaklah heran jika sejumlah ahli yang pernah datang meneliti di kawasan ini menyatakan bahwa sejarah telah mencatat pegunungan Arfak punya arti penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di masa mendatang dan sangat layak dijadikan perpustakan data genetik yang bisa diolah untuk aneka jenis obat dan ramuan tradisional. Data etno-botani menyebutkan cagar alam pegunungan Arfak juga kaya akan aneka jenis tumbuhan yang bisa diolah menjadi obat bius dan obat perangsang, namun sejauh ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Salah seorang mahasiswa peneliti S2 Botani IPB Bogor, Hengky Wambraw, ketika sempat bertemu dengan Penulis  di hutan lindung Gunung Meja Manokwari, mengatakan kehidupan keanekragaman hayati di kawasan pegunungan Arfak menjadi incaran para peneliti biologi, botani, geologi, ekologi, tidak terkecuai peneliti serangga dan burung baik dari luar negeri maupun local. Mereka ingin sekali berkunjung ke sana. Hengky juga sempat menginformasikan kepada E-I untuk berhati-hati menyentuh tumbuhan liar saat berkunjung ke wilayah pegunungan “misterius” itu karena beberapa di antaranya ada yang mengandung racun, ada pula yang bisa dijadikan obat.
Suhu sekitar danau sangat dingin. Apalagi di bukit Kobrey yang bisa mencapai 6 derajat celsius. Oleh masyarakat suku Sough di kampung Iray, bercocok tanam hortikultura seperti kentang, wortel, daun bawang, seledri, berbagai jenis bunga antara lain Gladiol Anggi, Rhododenrum, merupakan pilihan tepat. Mereka belum mengenal pestisida. Tanaman tumbuh subur terhindar dari zat-zat kimia dan toxic yang berbahaya. Sayang sekali, hasil panen mereka masih sulit untuk dipasarkan keluar areal perkampungan mereka karena biaya pengangkutan yang tinggi, tidak menutupi ongkos pergi-pulang seperti ke Ransiki atau kota Manokwari. Mereka masih sangat berharap jika pedagang dari luar datang membeli hasil panen mereka.
Keunikan lain yang dapat dijumpai di pegunungan Arfak adalah kehidupan sosial masyarakat asli Mandacan yang terdiri dari beberapa suku seperti suku Meyakh, suku Sough, suku Hatam dengan beragam bahasa serta tradisi yang masih dipertahankan hingga saat ini. Di antaranya, seorang lelaki wajib berjalan di belakang perempuan baik anaknya maupun istrinya. Kita juga dapat menjumpai budaya Arfak yang berkenaan dengan prosesi ritual pengucapan syukur yang disimbolkan dengan tarian Magasa, sejenis tari ular. Biasanya, hampir setiap musim panen, perkawinan atau menyambut tamu, tarian ini dipertunjukkan.
Rumah tradisional Arfak disebut Igkojei, yang oleh suku Sough disebut Tumisen, terkenal dengan tahan lama dan kokoh, karena tiang yang banyak terbuat dari jenis kayu bua yang tidak mudah patah meskipun hanya berdiameter 5-10 cm. Rumah Tumisen ini juga sering disebut rumah kaki seribu karena tiangnya yang banyak. Saat ini keaslian rumah Igkojei atau Tumisen sudah mulai langkah apalagi atap yang asli dari rumput ilalang rat-rata sudah diganti menggunakan seng.
Masih tersimpan banyak keunikan dan keindahan lainnya lagi yang bisa kita dapatkan di kawasan pegunungan Arfak. Sungguh, waktu 2-3 hari di sana adalah waktu yang begitu singkat.
Jika Anda peneliti atau mahasiswa, petualang, professional ataupun hobbies fotografi flora-fauna, ataupun Anda tergolong “wisatawan modern/minat khusus”, segera datang di Papua Barat. Jelajahi pegunungan Arfak, telusuri goa terdalam di dunia, berkeliling di dua danau Anggi dan buktikan kepada dunia bahwa Anda-pun turut serta berperan “menyelamatkan” hutan Papua. (Fredy Tewu)



Untuk selengkapnya Info wisata silahkan Hububgi ke :






PT. Indonesia Paradise Tours
Ruko Grand Bintaro Blok A-7
Jl. Bintaro Permai Raya, Bintaro
Pesanggrahan – Jakarta 12320
Hp. 08999282705 .
Tel.  +62 21 73885036, 7340682
Fax. +62 21 7341494
           - faris@indietours.co.id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Produk & Services



    Perizinan TKA

    1.     Wajib Lapor Ketenagakerjaan (UU No. 1/1981)
    2.     RPTKA - Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing
    3.     Izin Kerja & Izin Tinggal Baru untuk Tenaga Kerja Asing
    4.     Perpanjangan Izin Kerja & Izin Tinggal Pertama atau Kedua untuk Tenaga Kerja Asing
    5.     Perpanjangan Izin Kerja & Izin Tinggal Ketiga, atau Keempat untuk Tenaga Kerja Asing
    6.     Perpanjangan Izin Kerja & Izin Tinggal Kelima untuk Tenaga Kerja Asing
    7.     Izin Tinggal Baru untuk Keluarga Tenaga Kerja Asing
    8.     Perpanjangan Izin Tinggal Pertama atau Kedua untuk Keluarga Tenaga Kerja Asing
    9.     Perpanjangan Izin Tinggal Ketiga, atau Keempat untuk Keluarga Tenaga Kerja Asing
    10.   Perpanjangan Izin Tinggal Kelima untuk Keluarga Tenaga Kerja Asing
    11.   ERP - Single Exit Re-entry Permit
    12.   EPO - Exit Permit Only untuk KITAS, POA, Paspor
    13.   EPO - Exit Permit Only untuk IMTA
    14.   EPO - Exit Permit Only untuk SKLD
    15.   EPO - Exit Permit Only untuk SKPPS



    Untuk selengkapnya Info wisata silahkan Hububgi ke :






    PT. Indonesia Paradise Tours
    Ruko Grand Bintaro Blok A-7
    Jl. Bintaro Permai Raya, Bintaro
    Pesanggrahan – Jakarta 12320
    Hp. 08999282705 .
    Tel.  +62 21 73885036, 7340682
    Fax. +62 21 7341494
               - faris@indietours.co.id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pulau Maharo

NIRWANA PASIR PUTIH TAK BERPENGHUNI



Sebuah sajian eksotisme bahari terpendam di kumpulan pulau-pulau kecil dalam kluster Buhias. Sebuah kluster yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Klaster Buhias merupakan kumpulan dari rangkaian beberapa pulau yang seolah tercampakan di lautan  yang mengepungnya. Beberapa pulau memang menjadi tempat kehidupan masyarakat seperti Pulau Buhias sendiri, Pulau Pahepa, Pulau Tapile. Namun beberapa pulau kecil lainnya hanya menjadi tempat singgah nelayan.
Salah satu pulau yang tak berpenghuni adalah Palau Mahoro. Berada pada garis paling luar peta administrasi Kab. Kepl. Siau Tagulandang Biaro, Pulau Mahoro  menjadi titik paling timur dari kabupaten yang baru berusia 2 tahun ini.
Dengan perahu nelayan bermesin katinting, Pulau Mahoro dapat dijangkau dalam waktu sekitar 90 menit dari Pelabuhan Ulu Siau. Jika kita dapat menyewa speed boat, Pulau yang tersembunyi di balik Pulau Buhias ini dapat dijangkau hanya dalam waktu 15 menit.
Lepas dari Pelabuhan Ulu Siau, perjalanan akan dilatar belakangi oleh Gunung Api Karangetang. The real volcano ini seolah menegaskan, bahwa anda berada di wilayah kekuasaannya. Seiring Gunung Adat orang Siau yang semakin mengecil, perjalanan akan mendekati Pulau Buhias. Mengambil jalur samping kiri, anda akan disuguhkan oleh pulau-pulau batu nan cantik.
Seolah menyembul dari laut, pulau-pulau batu tersebut menjadi tempat ombak melepaskan keangkuhan buihnya. Batu-batu itu menjadi tebing yang menggoda untuk ditaklukan. Sediakan nyali saja, dan anda bisa mengexplore sepuasnya.
Lepas dari Pulau Buhias, pemandangan sungguh tersaji dengan eloknya. Pulau-pulau terhampar membentuk setengah lingkaran dengan Pulau Mahoro berada paling ujung sebelah kiri. Perahu kami merapat di bagian baratnya. Terdapat sebuah goa sarang burung walet. Sayang air lagi pasang, sehingga Explore Indonesia tidak bisa masuk kedalamnya. Goa sarang burung walet ini juga menjadi salah satu daya tarik Pulau Mahoro.
Pasir Putih
Setelah cukup puas menyaksikan Goa Sarang Burung Walet dari arah laut, perahu diarahkan ke samping kanan pulau. Dan tersajilah eksotisme pasir putih yang sangat cantik. Berbeda dengan pasir putih di pulau lainnya, Pasir putih di Pulau mahoro menjadi spesial karena pulau ini tidak berpenghuni. Sehingga, Explore Indonesia sengaja membawa dua “bidadari” asli Siau untuk menambah indahnya suasana pantai.
Mendekati pantai, anda akan disajikan dengan hamparan karang yang terhampar didangkalnya air. Hamparan karang ini menjadikan warna air laut disekitar Pulau Mahoro berwarna hijau. Tak heran, tempat ini menjadi salah satu tempat snorking favorit turis asing jika datang ke Siau.
Perahupu pun merapat ke pantai. Dan telapak kaki dimanjakan oleh halusnya pasir putih. Tak tahan oleh godaan pantai yang eksotis ini, Explore Indonesia langsung menelusuri pulau yang terbilang kecil ini. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat layak untuk dipromosikan. Sebab jika anda beristrirahat di pantai, akan tersaji di depan mata beberapa pulau kecil. Seolah pulau-pulau tersebut membentengi laut yang ada disekitar Pulau Mahaoro.
Keberadaan pulau-pulau tersebut, membuat perairan laut yang ada di depan pantainya menjadi tenang. Sehingga sangat cocok untuk dijadikan tempat bermain jet ski atau olahraga air lainnya. Atau jika anda memang tergoda untuk menikmati laut yang tenang tersebut, sewalah alat pancing sejak dari Pulau Siau. Sebab keberadaan terumbu karang yang ada membuat banyak jenis ikan enggan pergi.
Setelah puas menjelajahi pantai dan memotret, Explore Indonesia akhinya kembali ke Pulau Siau dengan perahu nelayan yang disewa. Walau explorasi yang dilakukan sangat singkat, namun sangat berkesan. Pulau Mahoro menyimpan potensi wisata yang sayang untuk tidak digarap. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Mey Welang memberi kepastian, “kami memang sedang mempersiapkan konsep pengelolaan sektor pariwisata di daerah ini. Hanya saja butuh waktu, karena Sitaro baru 2 tahun menjadi kabupaten.” Tegasnya.
“Pulau Mahoro menjadi salah satu tempat yang akan menjadi prioritas dalam pengembangan kami.” Lanjut ibu cantik ini. Memang harus diakui pula, banyaknya perhatian pada sektor lain yang diberikan oleh Pemkab Sitaro menjadikan pengembangan sarana dan fasilitas pariwisata menjadi lambat. Namun demikian, instansi terkait seperti Bappeda dan Disperindag harus secara intens mempromosikan potensi industri wisata di Kab. Kepl. Sitaro.
“Jika memang pemerintah daerah belum sanggup menyediakan dana dalam menggarap objek-objek wisata, sebaiknya undanglah investor untuk mengembangkannya.” Harapan Robby Lapasa salah seorang warga Siau.
Pulau Mahoro memang sebuah nirwana. Tempat bermanja yang jauh dari kebisingan dan polusi. Disana hanya ada suara angin dan deru ombak. Yang ada hanya nyiur melambai memberi keteduhan dan pasir putih nan halus sebagai tikar alam tempat bermanja. Pulau Mahoro menggoda untuk didatangi kembali. Tapi semoga, dia tidak datangi oleh keserakahan budaya modern manusia. Biarlah Pulau Mahoro dan pulau-pulau “virgin” lainnya tetap menjadi surga dari warisan alam indonesia dan kaya ini. Kita boleh meng-eksplore-nya, tapi dengan konsep keseimbangan alam. (Ronny A. Buol, http://www.sitaro.wordpress.com)


Untuk selengkapnya Info wisata silahkan Hububgi ke :






PT. Indonesia Paradise Tours
Ruko Grand Bintaro Blok A-7
Jl. Bintaro Permai Raya, Bintaro
Pesanggrahan – Jakarta 12320
Hp. 08999282705 .
Tel.  +62 21 73885036, 7340682
Fax. +62 21 7341494
           - faris@indietours.co.id


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS